Gratis Joomla Templates by Hostmonster Coupon
Launching Our Latest Product : eMedWeb ++++ New Release : eMedWeb Laboratory Information System (LIS)

Manfaat Aplikasi Sistem Informasi Rekam Medis Berbasis Web Based di Rumah Sakit

Category: Uncategorised Published on Wednesday, 12 February 2014 Written by Ronny Loekito

Abstrak

     Pengembangan sistem informasi rekam medis ditujukan untuk mendukung ketersedian data informasi bagi manajemen dan pelaksana layanan kesehatan serta pengembangan jaringan informasi kesehatan. Sistem informasi rekam medis ini dibangun menggunakan teknologi komputer berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP berbasis data MySQL. Sistem informasi rekam medis merupakan sarana penyedia layanan dan informasi bagi penggunanya baik untuk medis, paramedis, non medis dan pasien rumah sakit dimanapun dan kapanpun mereka berada, sehingga bisa mendapatkan informasi akurat karena informasi yang tersedia senantiasa terbaharui, dengan membuka alamat web base rumah sakit dan memasukkan nama serta nomer rekam medik. Data tersebut meliputi data demografi, riwayat medis, pengobatan, hasil uji laboratorium, radiologi, resume keperawatan, discharge planning, pendidikan kesehatan, jumlah dan interval kunjungan pasien, serta informasi penagihan.
Kata kunci: Sistem Informasi Rekam Medis, Web base, Discharge planning.

 

1.1 Latar Belakang

     Pencatatan data dan riwayat rekam medis kesehatan pasien adalah hal yang penting dalam dunia medis yang dikenal dengan istilah data rekam medis. Data rekam medis pasien tersebut dapat dipakai sebagai acuan untuk pemeriksaan kesehatan pasien selanjutnya, sekaligus sebagai bukti tercatat mengenai diagnosis penyakit pasien dan pelayanan medis yang diperoleh pasien.

     Sistem pencatatan rekam medis yang dipakai selama ini masih memiliki kelemahan. Karena data rekam medis pasien hanya tersimpan secara lokal di tempat dimana pasien tersebut menjalani pemeriksaan dan perawatan medis. Diantar tempat tidak memungkinkan pertukaran data secara langsung. Sehingga data riwayat kesehatan pasien
sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di instansi medis tersebut sulit diketahui, dan harus mengkaji ulang.

     Tuntutan pengembangan pelayanan kesehatan oleh masyarakat. Secara tidak langsung meminta perawat memberikan pelayanan keperawatan secara profesional. Kemampuan serta pengelolaan manajemen dapat berpengaruh terhadap keberhasilan tercapainya peningkatan pelayanan keperawatan yang profesional. Discharge planning merupakan salah satu komponen dalam aplikasi manajemen keperawatan untuk peningkatan mutu pelayanan keperawatan yang profesional. Discharge planning atau Perencanaan pasien pulang bertujuan untuk memandirikan pasien di rumah sehingga pelaksanaan dan pendokumentasian perencanaan pulang diperlukan komunikasi yang efektif dan tepat yang diharapkan tercapainya tujuan.

     Pelaksanaan discharge planning, sebagian besar belum dilaksanakan oleh perawat dikarenakan kurangnya pemahaman tentang prosedure pelaksanaan discharge planning, dan tingginya beban kerja yang diakibatkan oleh pelaksanaan discharge planning menyebabkan perawat cenderung tidak melakukan disharge planning kepada pasien. Banyaknya waktu yang digunakan untuk melakukan discharge planning menyebabkan perawat cenderung tidak melakukan tindakan ini.

     Ketidak berjalannya pemberikan dan pendokumentasikan perencanaan pulang (discharge planning) akan beresiko terhadap beratnya penyakit yang diderita pasien, pasien akan lebih sering berkunjung untuk berobat dan disfungsi fisik. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan kerugian bagi pasien sebagai pengguna jasa pelayanan keperawatan dan menyebabkan pelayanan keperawatan menjadi tidak profesional, sehingga membuat rendahnya mutu pelayanan keperawatan.

     Di rumah sakit negara maju, seluruh dokumentasi yang berkaitan dengan pasien termasuk dokumentasi asuhan keperawatan telah dimasukkan dalam komputer. Informasi komputer yang berbasis web base diharapkan dapat menghemat waktu, cepat, murah, mudah mencari data yang telah tersimpan dan resiko hilangnya data dapat diminimalisasi serta tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang luas. Selain itu pasien juga dapat mengakses pendokumentasian perencanaan pulangnya berserta pendidikan kesehatannya dimana pun dan kapan pun mereka berada. sehingga pasien bisa mendapatkan informasi akurat karena informasi yang tersedia senantiasa terbaharui. Sistem ini dikenal dengan Sistem informasi manajemen berbasis web base.

     Diharapkan dengan menggunakan aplikasi sistem informasi rekam medis berbasis web base pada rumah sakit, proses keseluruhan pendokumentasian medis dan perawat sampai dengan discharge planning yang dimasukkan dalam data rekam medis bermanfaat untuk kemudahan seluruh tim kesehatan dan non kesehatan dalam mencari data riwayat pengobatan pasien, memudahkan perawat dalam tindak lanjut pemberian asuhan keperawatan serta pendidikan kesehatan untuk pasien ketika berobat kembali di ruang rawat jalan, UGD, atau dirawat di ruang rawat inap. Dengan demikian dapat dilihat jumlah dan interval kunjungan pasien tersebut. Selain itu pasien juga diharapkan dapat mengakses alamt web base rumah sakit untuk melihat pendokumentasian perencanaan pulangnya berserta pendidikan kesehatannya dimana pun dan kapan pun mereka berada, hanya dengan memasukkan nama dan nomer rekam medis, sehingga pasien bisa mendapatkan informasi akurat, untuk perawatan di rumah, karena informasi yang tersedia senantiasa terbaharui.

 

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana merancang dan membuat sistem pencatatan dan penyampaian rekam medis yang dilakukan pencatatan secara online.
1.2.2 Bagaimana merancang dan membuat suatu sistem informasi rekam medis yang berbasis web base yang berfungsi sebagai media pendaftaran, pencatatan data rekam medis, pencatatn proses keperawatan.
1.2.3 Bagaimana merancang dan membuat suatu sistem informasi rekam medis yang berbasis web base yang berfungsi menampilkan informasi rekam medis pasien, seperti discharge planning untuk memberikan pendidikan kesehatan pasien.

 

2.1 Sistem Informasi

     Menurut Gaol L.J.Chr, (2008). Sistem adalah satu unit dengan unit – unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Apabila satu unit mengalami kerusakan (error/ tidak terhubung), maka akan terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.

     Karakteristik secara utuh dari sistem tertentu, termasuk didalamnya adalah realitas bahwa tiap sistem memiliki masukan (input), (proses), maupun keluaran (output) dan dapat dipandang sebagai suatu unit yang bekerja dengan sendirinya.

     Menurut Gaol L.J.Chr, (2008). Informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para manajer dalam pengambil keputusan untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

     Sedangkan menurut Jogiyanto, (2005) sistem didefinisikan dengan 2 (dua) pendekatan, yaitu sistem yang menekankan pada prosedur dan sistem yang menekankan pada elemen komponennya. Sistem yang menekankan pada prosedur “Adalah suatu sistem jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, dikumpulkan bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau penyelesaian suatu sasaran tertentu”. Sedangkan sistem yang menekankan pada elemen yaitu : ”Adalah suatu sistem berseri dari komponen yang saling berhubungan, bekerja sama didalam suatu tahapan kerangka kerja yang terpadu untuk menyelesaikan dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya”.

     Pendekatan system yang menekankan pada elemen dan komponen yang merupakan definisi yang lebih banyak diterima karena dapat memudahkan dalam menganalisa dan mengembangkan suatu sistem sehingga tujuan atau sasaran yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan dari definisi diatas sistem informasi merupakan keterkaitan satu unit dengan unit – unit lainnya dan tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan yang bermanfaat untuk para manajer dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

 

2.2 Rekam medis

    Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan, dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan (Permenkes No.749a 1989).

2.2.1 Fungsi Rekam Medis :

2.2.1.1 Aspek Administrasi, karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan perawat dalam mencapai tujuan pemberian pelayanan kesehatan.

2.2.1.2 Aspek Catatan Medis dan Keperawatan sebagai dasar untuk merencanakan terapi pengobatan dan perawatan yang diberikan kepada pasien.

2.2.1.3 Aspek Hukum Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan, dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti pelayanan kesehatan yang telah diberikan.

2.2.1.4 Aspek Keuangan Isi Rekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan. Tanpa adanya bukti catatan tindakan /pelayanan, maka pembayaran tidak dapat dipertanggungjawabkan

2.2.1.5 Aspek Dokumentasi Isi Rekam medis menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan sarana kesehatan.

 

2.3 Webbase MySQL

     Menurut Sitorus Imzen, (2012) webbase adalah keseluruhan halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Sebuah website biasanya dibangun atas banyak halaman web yang saling berhubungan. Hubungan antara satu halaman web dengan halaman web yang lainnya disebut dengan hyperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut hypertext.

     Domain adalah nama unik yang dimiliki oleh sebuah institusi sehingga bisa diakses melalui internet, misalnya yahoo.com, google.com, dan lain – lain. Untuk mendapat sebuah domain kita harus melakukan register dengan register yang ditentukan.

     Istilah lain yang sering ditemui sehubungan dengan website adalah homepage. Homepage adalah halaman awal sebuah domain. Misalnya anda membuka website www.google.com, halaman pertama yang muncul disebut dengan homepage, jika anda mengklik menu yang ada dan meloncat ke lokasi yang lainnya, disebut web page, sedangkan keseluruhan isi / conten domain disebut webbase (HTML, MySQL, PHP).

     Menurut Raharjo, Heryanto & Enjang, (2010) MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah. Keandalan suatu database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja yang optimal dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya.


Cara Kerja Webservice

2.4 Discharge planning

     Discharge planing (Perencanaan Pulang) adalah salah satu pelaksanaan proses keperawatan dari komponen sistem perawatan berkelanjutan dan bantuan untuk membantu keluarga menemukan jalan pemecahan masalah terbaik, tepat dengan harga yang terjangkau, (Spring, 2010).

    Menurut Karen S. M & Melisa Herbert, (2010) discharge planning bertujuan untuk :

1. Menyiapkan klien secara fisik, psikologis dan sosial untuk Perawatan di rumah.

2. Meningkatkan kemandirian klien saat perawatan di rumah, dengan penjelasan mengenai obat-obatan yang masih diminum, dosis, cara pemberian, dan waktu yang tepat untuk minum obat.

3. Meningkatkan perawatan yang berkelanjutan pada klien, dengan pemberian pembelajaran dan pendidikan kesehatan mengenai : diet, waktu kontrol, tempat kontrol.

4. Membantu pemulangan dan merujuk klien ke rumah atau ke sistem pelayanan y lain, dengan kelengkapan, seperti : hasil pemeriksaan, surat keterangan sakit, baik dari dalam dan luar rumah sakit dibawakan kepada klien waktu pulang atau rujuk.

5. Membantu klien dan keluarga agar memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam mempertahankan status kesehatan klien.

     Menurut Amy E Boutwell & Jesse Raiten, (2010) Sistem Informasi Keperawatan yang di design dalam sistem ini adalah seluruh dokumentasi yang diperlukan dalam aktifitas Discharge planing (Perencanaan Pulang). Meliputi :

1. Pengkajian Pengkajian mencakup pengumpulan dan pengorganisasian data tentang klien. Ketika melakukan pengkajian kepada klien, keluarga merupakan bagian dari unit perawatan. Klien dan keluarga harus aktif dilibatkan dalam proses discharge agar transisi dari rumah sakit ke rumah dapat efektif.

2. Diagnosa Diagnosa keperawatan didasarkan pada pengkajian discharge planning, dikembangkan untuk mengetahui kebutuhan klien dan keluarga. Keluarga sebagai unit perawatan memberi dampak terhadap anggota keluarga yang membutuhkan perawatan. Penentuan masalah keperawatan sangat diperlukan (aktual, resiko, resiko, kesejahteraan).

3. Perencanaaan pemulangan pasien membutuhkan identifikasi kebutuhan spesifik klien. Kelompok perawat berfokus pada kebutuhan rencana pengajaran yang baik untuk persiapan pulang klien, yang disingkat dengan METHOD, yaitu :

     a. Medication (obat)

     Pasien sebaiknya mengetahui obat yang harus dilanjutkan setelah pulang.

     b. Environment (Lingkungan)

     Lingkungan tempat klien akan pulang dari rumah sakit sebaiknya aman. Pasien juga sebaiknya memiliki fasilitas pelayanan yang dibutuhkan untuk kontinuitas perawatannya.

     c. Treatrment (pengobatan)

     Perawat harus memastikan bahwa pengobatan dapat berlanjut setelah klien pulang, yang dilakukan oleh klien atau anggota keluarga. Jika hal ini tidak memungkinkan, perencanaan harus dibuat sehingga seseorang dapat berkunjung ke rumah untuk memberikan keterampilan perawatan.

     d. Health Teaching (Pengajaran Kesehatan)

     Klien yang akan pulang sebaiknya diberitahu bagaimana mempertahankan kesehatan. Termasuk tanda dan gejala yang mengindikasikan kebutuhan pearwatan kesehatan tambahan.

     e. Outpatient referral

     Klien sebaiknya mengenal pelayanan dari rumah sakit atau agen komunitas lain yang dapat meningkatan perawatan yang kontinu.

     f. Diet

     Klien sebaiknya diberitahu tentang pembatasan pada dietnya. Ia sebaiknya mampu memilih diet yang sesuai untuk dirinya.

4. Implementasi adalah pelaksanaan rencana pengajaran. Seluruh pengajaran yang diberikan harus didokumentasikan pada catatan perawat dan ringkasan pulang (Discharge summary). Demonstrasi ulang menjadi harus memuaskan. Klien dan pemberi perawatan harus memiliki keterbukaan dan melakukannya dengan alat yang akan digunakan di rumah. Penyerahan home care dibuat sebelum klien pulang. Informasi tentang klien dan perawatannya dientry kedalam CD dan di simpan dalam file pendidikan kesehatan berserta alamat web base rumah sakit yang dapat diakses pasien untuk memperbaharui informasinya. Seperti informasi tentang jenis pembedahan, pengobatan (termasuk kebutuhan terapi cairan IV di rumah), status fisik dan mental klien dan kebutuhan yang diharapkan oleh klien. Sehingga materi pendidikan kesehatan yang telah diberikan dapat dibaca, dilihat di rumah baik dengan CD atau mendownload materi, video,dan lainnya melalui sistem informasi rekam medis yang berbasis web base pada rumah sakit.

5. Evaluasi Evaluasi terhadap proses kerja discharge planning perlu dilakukan oleh manajer. Terutama perencanaan dan penyerahan hasil discharge planning harus diteliti untuk menjamin kualitas dan pelayanan yang sesuai. Evaluasi berjalan terus-menerus dan membutuhkan revisi dan perubahan. Evaluasi lanjut dari proses pemulangan biasanya dilakukan seminggu setelah klien berada di rumah. Hal ini dapat dilakukan melalui telepon, kuisioner atau kunjungan rumah (home visit).


3.1 Kesimpulan dan Rekomendasi

     Dengan sistem informasi rekam medis mengurangi terjadinya pasien yang mempunyai nomor rekam medis ganda, Aplikasi ini mempercepat pencarian status rekam medis, Sistem informasi rekam medis sangat membantu dokter, perawat untuk melakukan diagnose, terapi, proses pendokumentasian sampai dengan discharge planning. Sehingga memudahkan perawat dalam tindak lanjut pemberian asuhan keperawatan serta pendidikan kesehatan untuk pasien ketika berobat kembali di ruang rawat jalan, Igd, atau dirawat di ruang rawat inap.

     Dengan demikian dapat dilihat jumlah dan interval kunjungan pasien tersebut. Selain itu pasien juga diharapkan dapat mengakses alamat web base rumah sakit untuk melihat pendokumentasian perencanaan pulangnya berserta pendidikan kesehatannya dimana pun dan kapan pun mereka berada, hanya dengan memasukkan nama dan nomer rekam medis, sehingga pasien bisa mendapatkan informasi akurat untuk perawatan dirumah, karena informasi yang tersedia senantiasa terbaharui.

     Adapun rekomendasi penulis adalah Pembuatan kebijakan atau pedoman mengenai penerapan Sistem Informasi Rekam Medis di fasilitas pelayanan kesehatan oleh manajemen. Dari kebijakan tersebut manajemen keperawatan dapat menggunakan Sistem Informasi Rekam Medis sebagai landasan untuk mengambil keputusan di berbagai tingkat manajemen keperawatan dan praktisi, sehingga tidak hanya sebagai penyimpanan data semata, dengan adanya kebijakan yang mengatur tentang pertukaran informasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dengan pusat data dan informasi di seluruh rumah sakit secara lebih rinci.

     Diharapkan Implikasi pedoman penerapan Sistem Informasi Rekam Medis dapat meningkatkan kemampuan manajemen keperawatan dalam pengelolan sehingga berpengaruh terhadap keberhasilan tercapainya peningkatan mutu pelayanan keperawatan yang profesional. Dengan evaluasi yang berjalan terus-menerus dan revisi perubahan berkelanjutan, secara terjadwal baik untuk materi yang terdapat di sistem informasi rekam medis berbasis web base atau dengan menjadwalkan home visit (kunjungan rumah), menelepon pasien dan memberikan kuisioner dimulai dari materi pendidikan kesehatan sampai kepuasan pasien dalam penggunaan sistem informasi rekam medis berbasis web base ini.

     Untuk kedepannya berharap para perawat tidak ada lagi yang tidak melakukan pendokumentasian discharge planning dan pemberian pendididkan kesehatan kepada pasien secara berkelanjutan dan diharapkan pasien puas dengan pemberian pelayanan keperawatan yang professional, serta meningkatkan derajat kesehatan pasien. Sehingga mutu pelayanan kesehatan rumah sakit meningkat.

 

SUMBER : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/12/30/manfaat-aplikasi-sistem-informasi-rekam-medis-berbasis-webbase-di-rumah-sakit-terhadap-perencanaan-pemberian-asuhan-keperawatan-di-rumah-discharge-planning-620740.html

Hits: 2260