Gratis Joomla Templates by Hostmonster Coupon
Launching Our Latest Product : eMedWeb ++++ New Release : eMedWeb Laboratory Information System (LIS)

Akreditasi Internasional Hospital : Antara Aturan dan Prospek Bisnis

Category: Uncategorised Published on Sunday, 02 February 2014 Written by Ronny Loekito
Dalam menjalankan bisnisnya, rumah sakit memerlukan akreditasi internasional sebagai panduan dan acuan implementasi pelayanannya. Hal itu dimaksudkan untuk menjadikan rumah sakit dapat meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan pasien. Tak heran apabila Kemenkes RI mewajibkan setiap rumah sakit mengejar akreditasi internasional.
 
Salah satu aspek psikografi masyarakat dalam menilai rumah sakit ialah apakah sudah memiliki standar internasional atau belum. Ketentuan standar internasional ini adalah tolok ukur sejauh mana rumah sakit memberikan pelayanan yang baik, reliablity dan memiliki penanganan yang cepat. Oleh karena itu, tak heran apabila mulai banyak rumah sakit yang berlomba-lomba mendapatkan akreditasi internasional. Supaya masyarakat banyak yang ingin berobat ke rumah sakit yang sudah memiliki akreditasi internasional. Pasalnya, akreditasi internasional ini dapat menjadi brand positioning bagi rumah sakit. Di Indonesia sendiri, tidak banyak rumah sakit yang telah mengantongi akreditasi internasional. Saat tidak banyak, maka semakin jelas posisi yang akan diraih.
 
Lembaga internasional yang memiliki kapasitas untuk memberikan akreditasi internasional adalah Joint Commision International (JCI) bekerjasama dengan International Society for Quality in Health Care (ISQua). JCI bermarkas di Amerika Serikat. JCI telah bekerja sama dengan 80 menteri kesehatan di seluruh dunia. Fokusnya ialah peningkatan pengawasan terhadap keamanan pasien dengan cara memberikan sertifikasi akreditasi dan pendidikan untuk mengimplementasikan solusi berkelanjutan berbagai organisasi pelayanan kesehatan. Organisasi pelayanan kesehatan itu meliputi rumah sakit, klinik, laboratorium klinik dan sebagainya. Sampai saat ini, baru ada lima rumah sakit di Indonesia yang telah mendapatkan akreditasi dari JCI. Rumah sakit tersebut antara lain: RS Siloam Karawaci, RS Premier Bintaro Tangerang, RS Sentosa Bandung dan RS Eka Serpong, dan RS Premier Jatinegara Jakarta.
 
Pada 2014, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan menargetkan ada 7 rumah sakit baru yang akan mendapatkan akreditasi dari JCI. Rumah sakit ialah RS Cipto Mangunkusumo, RS Fatmawati, RSUP Adam Malik, RSUP Sardjito, RSUP Sanglah Denpasar, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Ketujuh rumah sakit tersebut adalah rumah sakit milik Pemerintah. Dengan adanya sistem akreditasi, maka mau tidak mau rumah sakit harus mengikuti ketentuan lembaga akreditasi internasional. Pemerintah melalui SK Menteri Kesehatan No. 1195/MENKES/SK/VIII/2010 tentang Lembaga/Badan Akreditasi Rumah Sakit Bertaraf Internasional, menetapkan bahwa rumah sakit haruslah memberikan standar mutu global untuk pasien. International Society for Quality in Health Care (ISQua) ditetapkan sebagai acuan lembaga akreditasi rumah sakit Indonesia.
 
Sesuai dengan ketentuan peraturan Pemerintah, maka setiap rumah sakit harus mengikuti acuan dan didorong untuk menjadi rumah sakit global. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi rumah sakit untuk mengembangkan prospek bisnisnya ke depan. Sebagaimana kita ketahui, kecenderungan prilaku masyarakat Indonesia saat ini berkeinginan mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan. Acuan standarisasi internasional merupakan referensi penting bagi rumah sakit untuk terus menjaga prospek bisnisnya. Masyarakat Indonesia yang kerap berobat ke luar negeri dikarenakan faktor kurangnya rumah sakit dalam negeri terstandarisasi pelayanannya secara global. Menurut laporan Dirjen BUK, uang orang Indonesia yang dibelanjakan di luar negeri untuk kesehatan pada tahun 2011 mencapai Rp110 triliun. Angka yang sangat fantastis besar.
 
Andaikan uang Rp110 triliun itu dibelanjakan di dalam negeri, barangkali industri rumah sakit dalam negeri dapat berkembang pesat. Ini menjadi tantangan dan peluang untuk rumah sakit dalam negeri. Oleh karena itu, Pemerintah sangat aktif mendorong rumah sakit yang dikelolannya untuk mengejar standar internasional. Dibuatnya aturan standarisasi internasional itu agar rumah sakit menunaikan kewajibannya. Dengan begitu, rumah sakit tidak perlu merasa risih itu sebagai aturan, melainkan tantangan untuk mengejar prospek bisnis yang sangat menggiurkan.
 
SUMBER : http://www.ehealthindonesia.com/content/akreditasi-internasional-antara-aturan-dan-prospek-bisnis
Hits: 1348